Category Archives: ESB

ESB Dengan Mule II

Saya beramsusi kamu mengahui kenapa musti menggunakan ESB, jika belom silahkan baca post sebelumnya di esb-dengan-mule-i.

Jika sudah tahu kenapa dan kapan kita membutuhkan maka mari kita kupas salah satu technology ESB dimulai dari installasi hingga mempeljari kasus per kasus.

Langkah pertama, unduh Anypoint studio (dulu di sebut studio) di http://www.mulesoft.org/ dan install di PC kamu.

Oh ya, sebelum menginstall pastikan kamu sudah menginstall Java JDK dan mengeset JAVA_HOME, minimal java version 7.

Seperti ini penampakan saat anypoint studio, jika kamu terbiasa menggunakan eclipse maka akan jauh lebih mudah, jika tidakpun tidak mengapa 🙂anypoint

Langkah selanjutnya adalah menginstall plugin community edition (by default Anypoint hanya memilki runtime untuk Enterprise edition)

installcommunity

Kemudian tambahkan mule studio runtime plugin atau update jika sudah ada

StudioRuntimes

Click tombol next, kamu bisa memilih versi CE yang kamu butuhkan

36CmtyEd

 

Jika sudah berhasil, maka kamu bisa memulai membuat project dengan menggunakan Anypoint Community edition seperti ini

36CEEEProject

Selamat mencoba 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ESB Dengan Mule I

Kapan kamu membutuhkan ESB Enterprise Service Bus?

Pertanyaan ini untuk mempermudah kita memahami apa itu ESB.

1. Di saat kamu perlu mengintegrasikan 2 atau lebih aplikasi/sistem.

2. Kamu perlu mengekspose API untuk di gunakan oleh sistem lain yang notabene milik perusahaan lain

3. Berbagai legacy sistem dengan input atau output yang berbagai macam dan input/ouput ini perlu di gabungkan dan ‘berbicara’ antara satu dengan yang lainnya.

Kata kunci dari kebutuhan-kebutuhan di atas adalaha INTEGRASI, API dan MULTI SYSTEM.

 

Integrasi bisa dalam bentuk yang paling sederhana yaitu pertukaran file hingga dalam bentuk Web Service (ini yang paling umum).

Bisa saja integrasi ini dilakukan dengan mendevelop aplikasi setelah kedua aplikasi sepakat bagaimana integrasi dan formatnya jika (jika itu file).  Hanya saja solusi ini tidak praktis, karena setiap ada perubahan, misal penambahan field akan butuh effort yang banyak. Selain itu jika yang di integrasikan lebih banyak aplikasi dan banyak inbound dan outbound (istilah dalam ESB yang mewakili endpoint atau invoker/pemanggill), develop aplikasi sendiri akan sangat tidak mantainable.

ESB menawarkan sebagai solusi untuk integrasi banyak aplikasi dengan mudah, baik aplikasi itu sudah dalam produks (legacy) ataupun jika hendak mengekspose API agar sistem lain bisa ‘komunikasi’ dengan sistem kita.