Android, sebuah permulaan

Motorola november 2009 akan merelease handset berbasis android (detiknet). Nampaknya smartphone berbasis android semakin ramai. Nah as java developer tentunya gak boleh ketinggalan dengan semua perkembangan tersebut.

Google sendiri sudah merilis android versi 2.0 saat tulisan ini dibuat. Sekali lagi memang butuh waktu. Pasar android di Indonesia belum bisa mengalahkan Blackberry, khususnya di Indonesia.  Kalau menurut pakar yang dikutip oleh detiknet, adalah karena memang target pasarnya berbeda. Pengguna android akan merasa optimal penggunaan  handsetnya kalau penggunanya suka ngoprek, berbeda dengan BB yang fungsionalnya gak perlu oprek sana sini.

Android memiliki aplikasi marketplace, aplikasi yang digunakan untuk membrowse aplikasi-aplikasi yang bisa langsung di unduh dan di install dihandset penggunanya. Sayangnya aplikasi marketplace tersebut jika dijalankan di negara-negara diluar US, hanya bisa mengakses aplikasi-aplikasi yang sifatnya free. Aplikasi yang berbayar tidak akan nampak di hanset tersebut.

Bagi yang suka ngoprek alias develop android, peluangnya sangat besar untuk mengembangkan android. Selain platform yang bersifat open source, juga tersedia API-API (interface)  bagi developer untuk mengutilisasi feature-feature android. Developer bisa mengakses semua sensor yang tersedia dari mulai sensor GPS, accelerometer (sensor gerak), sensor suhu, sensor logam dan camera. Dengan tersedianya API tersebut, peluang pengembangan aplikasi jadi lebih beragam. Contohnya adalah aplikasi-aplikasi yang dibesut saat ADC, lomba yang di adakan google untuk developer android, seperti aplikasi yang memanfaatkan sensor camera untuk membaca barcode scanner (Aplikasinya Compare Anywhere). Tentunya hal ini belum bisa dilakukan di BB.

Bagaimana dengan IPhone? untuk developer, musti rogoh kocek cukup banyak.  IPhone terlalu terikat dengan Apple. Coba bayangkan untuk pengembang, agar dapat mengerjakan aplikasi dia musti bayar iuran ke Apple agar dapat key nya, ini mah mafionso, meski harus di akui grafis di IPphone di luar biasa ciamik, yang tentu musti dibayar dengan harga yang bisa 2 hingga 3 kali harga android untuk harga hansetnya.

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: