Itu Urusannya telkom….

“Bagaimana LAN (Local Area Network) dari sebuah gedung terhubung satu dengan yang lain? Bagaimana pula Kampus satu dengan lain berhubungan? Apakah dibentangkan crossover untuk menghubungkan satu dengan yang lain?.

Bagaimana BEJ terhubung dengan Mega Kuningan?

Pertanyaan itu yang sering terlintas dibenak. Lalu sisi lain dari pikiran saya menjawab, “Bagaimana jika menggunakan switch pada kedua gedung kemudian diconfigure line port digunakan trunk”. Ok pertanyaan terjawab untuk sementara.

Lalu timbul pertanyaan baru, “ Itukan kalau bangunannya dekat, bagaimana kalau kedua bangunan terpisah sejauh ribuan mil atau km. Bukankah ethernet tidak mensupport pengkabelan yang sejauh itu?”.

“Mungkin perlu dibentangkan kabel sejauh itu untuk menghubungkan keduanya.”

“Tapi bagaimana membentangkan kabel jika melewati fasilitas umum seperti jalan, atau bahkan apartemen dan perumahan mewah, pasti mereka tidak akan pernah mengjinkan kita untuk menggali kabel bagi kepentingan kita.”

 

Jawaban dari pertanyaan diatas adalah dengan menggunakan media (tidak harus selalu kabel) yang disediakan, dimantain dan dimanage oleh perusahaan yang memang memilki wewenang untuk menggali kabel dan membentangkan underground ditempat umum dan juga punya hak monopoli. Jika di negara kita perusahaan tersebut adalah Telkom. Istilah umum yang sering digunakan adalah service Provider singkatnya telco.

 

Pernah dalam sebuah project java, aplikasi online trading, untuk menjalan kan aplikasi, harus terhubung dengan BEJ development server sedangkan kantor aku ada di mega kuningan. Waktu itu yang digunakan line telepon untuk mendial server development BEJ yang letaknnya di jalan sudirman Apa kesimpulan kecil dari kasus di atas?. WAN digunakan untuk berhubungan dengan server BEJ dengan menggunakan line telepon.

WAN pada prinsipnya adalah kumpulan dari LAN yang secara greografis lebih besar. Kasus diatas memanfaatkan jaringan telepon sebagai penghubung antar host. Service Provider yang menggelar kabel antara mega kuningan hingga BEJ. Kedua titik ini menggunakan dialing system untuk berhubungan secara fisik dan karena line yang digunakan selama satu session itu adalah tetap, hubungan ini disebut Circuit Switching. Circuit Switching ini seolah-olah yang mendial, menyewa satu jalur khusus dari Service Provider untuk transfer data. Hanya aja ketika yang mendial menutup koneksinya, ia tidak perlu membayar ke Service Provider. Jika kita menggunkan telepon tentu yang dikenai taguhan adalah waktu yang digunbakan untuk bercakap-cakap, tidak ketika telepon kita tutup.

Tapi bukankah Service Provider itu menerima sinyal analog?, yup betul sekali. Maka untuk mendial host yang lain diperlukan Modem di kedua sisi host yang akan mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya J. Cara di atas adalah WAN yang menggunakan Switched link, lebih spesifik lagi switched circuit. Kenapa ? karena di Service Provider atau kita sebut telco, menggunakan banyak switch untuk menghubungkan telepon satu dengan yang lainnya dan untuk menghubungkan kedua host tersebut disediakan sebuah line yang dedicated untuk kedua host itu untuk mereka selama session belum berakhir.

Ada tiga jenis link Switched;

-Circuit Swithed, seperti dcontoh diatas

-Packet Switched

-Cell Switched

Teknologi apa saja yang menggunakan Circuit Switched?. Contohnya dialup dengan telepon dan ISDN. Jika dialup dengan telepon local loop (titik anatar modem host dengan telco) sinyalnya berupa analog, maka ISDN sinyalnya berupa digital dan terhubung dengan switch milik telco.

Jenis ISDN lines ada dua macam.Kedua line ini, baik BRI (Basic Rate Interface) maupun PRI (Primary Rate Interface) memiliki lebih dari satu channel bearer (B) dan sebuah delta channel (D) di dalam kabel fisiknya bersama-sama. BRI memeiliki 2 buah bearer channel sedangkan PRI jenis TI 24 bearer dan E1 30 bearer.Keduanya memiliki 1 delta channel yang kecepatannya masing-masing adalah 16kbps BRI dan 64 kbps untuk PRI.

Kenapa perlu dua jenis channel bearer dan delta? Masing-masing channel memiliki fungsi sendiri. Untuk menyiapkan dialing dan mengadakan koneksi (setup dialing), delta channel akan digunakan untuk bertukar data. Untuk bertukar data atau suara atau signaling, maka Jalur bearer yang digunakan.

Packet Swithed berbeda dengan Circuit switched, meskipun keduanya sama-sama menggunakan switch di telco. Data akan dilempar kemudian dia akan menggunakan jalur yang tersedia saat itu. Pada satu session, packet-packet yang dikirim, bisa dan sangat memungkinkan melaui jalur yang berbeda meskpun tujuannya sama. Pada jaringan tujuan dipasangi suscriber yag memiliki alamat network tertentu. Berbeda dengan circuit switched yang menggunkan jalur yang sama pada satu session. Circuit Switched seperti halnya jika menelepon sessorang hingga detik terakhir pembicaraan dan telepon ditutup, maka selama pembicaraan berlangsung maka ia akan menggunakan jalur yang sama.

Contoh technologi yang menggunakan packet switching adalah X.25. Teknologi ini keluar sebagai akibat mahalnya leased line. Ia menggunakan sebuah jalur yang digunakan bersama yang tarifnya berdasarkan jumlah data yang dikirim tanpa menghiraukan jarak dan waktu koneksi berlangsung. Konsekuensinya, karena packetnya sendiri yang di switch, maka latencynya cuku p besar.X.25 sendiri merupakan protocol pada layer network dan suscriber sebagai penerima yang memiliki network address tertentu. Hanya saja teknologi X.25 ini tidak lagi banyak digunakan di WAN. Keberadaannya sudah banyak digantikan oleh Teknologi Frame Relay. Protocol Frame Relay jauh lebih sederhana dibandingkan X.25. Tarif Frame Relay berdasarkan kapasitas port yang terhubung. Latencynya lebih rendah disbanding X.25 dan dengan bandwidth yang bisa mencapai 4 Mbps

Switched link yang terakhir adalah ATM (Asynchronous Transfer Mode). Telco melihat kebutuhan perlunya jaringan yang dapat digunkan bersama-sama secara permanen yang latencynya sangat rendah dan dengan bandwidth yang tinggi, maka ia mengeluarkan ATM. Data rate ATM sekitar 155 Mbps. Panjang cell- cell ATM selalu 53 bytes. Cell

tersebut, 5 byte adalah dan 48 sisanya adalah payload. Sebagai carriernya, ATM menggunakan SONET (Asynchronous Optical Network).

Selain dengan Switched link, telco menyediakan line yang sifatnya dedicated, leased line. Media yang digunakan contohnya adalah T1/E1 bandwidth T1 adalah 1.544 Mbps dan E1 adalah 2.048 Mbps.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: