Root Bridge dan Pemilihan presiden

Saya adalah Root Brdige,ini MAC saya. Kalian, switch-switch harus meneruskan pesan ini kepada yang lain. Jika ada yang menyanggah, saya ingin liat siapa dan berapa MACnya. Saya akan terima BID kalian. Kalau kalian layak menggantikan, saya siap mengundurkan diri dan menjadi warga baik-baik.

Ketika itu networking dalam LAN masih menggunakan ethernet 10BASE5-an, UTP belom sepopuler sekarang. Jaringan LAN baru mulia memperkenalkan apa itu Bridge. Tanpa Bridge, dalam sebuah LAN mengalami masalah;

-Semakin besar LAN, semakin besar coallision/tabrakan frame terjadi.

-Hanya satu host yang diijinkan untuk mengirimkan frame pada satu waktu ( haring 10Mbps waktu itu).

-Broadcats yang dikirim oleh satu host, terpaksa diterima oleh semua, dan semua host memproses frame tersebut.

Bridge atau switch akan membagi LAN menjadi beberapa segment. Sebelum menggunakan bridge atau switch, LAN memiliki coaliasion domain yang besar dengan sebuah segment. Jika LAN tersebut dipasangi bridge atau switch, maka LAN akan dibagi menjadi segment-segment kecil. Dampaknya coallision domain yang tadinya dalam jariangan yang besar, di bagi kedalam beberapa segment yang setiap segmentnya itu adalah sebuah coalision domain. Jadi bridge ataupun switch tidak meneruskan coallision pada satu network tapi tetap meneruskan broadcast.

Switch bekerja pada layer dua, data link. Artinya switch mengidentifikasi setiap frame berdasarkan MAC addressnya. Ia mempelajari lokasi setiap host dengan melihat MACnya. Ketika frame yang datang tersebut memliki tujuan broadcast/multicast/unknown maka ia akan meneruskan data ke semua portnyanya, tapi ketika tujuannya itu sudah pasti dan tunggal maka ia akan meneruskan jika frame tersebut berada di interface yang berbeda.

Metode switching secara umum ada dua;

cut-through , switch akan langsung memforward sebelum semua frame diterima sepenuhnya. Diforward langsung setelah switch mendapat destination address dari sebuah frame (fast forward) atau ketika switch dapat sebagian data tapi belum mendapat FCS dari frame tersebut.

-FCS, setelah semua diterima, dan tidak ada error data, maka ia teruskan frame tersebut.

Spanning Tree Protocol (STP)

Spanning-Tree Protocol is a link management protocol that provides path redundancy while preventing undesirable loops in the network. For an Ethernet network to function properly, only one active path can exist between two stations.

Redundant topology dibuat untuk memastikan jaringan tetap menjalankan fungsinya ketika sebuah satu link terputus. Hanya saja redundant link pada switch akan menyebabkan loops yang akhirnya broadcast storm.

Maka IEEE membuat Spanning Tree Protocol yang akan memblock setiap redundant link dan hanya mengactivekan sebuah link saja.

Bagaimana STP bekerja?, ketika switch pertama kali dinyalakan STP akan memilih Root Bridge. Prinsipnya sama saja dengan pemilihan presiden secara umum. Setiap switch akan mengkalim bahwa dirinya adalah Root Bridge dengan mengirinkan BPDUs (Bridge Protocol Data Units). Root Bridge adalah switch dengan bridge priority yang terendah,. Bridge Priority dari BID ini akan diadu antar satu sama lain. BID dengan MAC address terendah akan menang.

Bridge Priority ini ia dapatkan dari mana? Dari BID, yaitu satu data hasil concat antara bridge priority dengan MAC address. Nilai dari Bridge Priority ini adalah 0-65535, pertama kali diset nilai defaultnya 32768. BID ini ada di dalam BPDUs.

Switch yang kalah dalam pemilihan akan mengehntikan BPDU darinya. Dan akan memforward BPDU milik root Bridge. Root bridge akan menggenerate BPDU setiap 2 detik.

Tahapan-tahapan kondisi STP

Kondisi Blocking, pada status blocking, port hanya dapat menerima BPDUs. Data farme yang datang akan selalu dibuang dan alamatnya tidak dipelajari. Waktu yang dibutuhkan pada status ini adalah 20 detik.

Kondisi Listening, switch akan mencoba mengenali jika ada path lain menuju root Bridge. Pada Kondisi ini MAC address belum dilihat, tapi ia memproses BPDUs yang datang Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 detik.

Kondisi Learning selama 15 detik, Switch mulai melihat MAC address dan juga BPDUs yang datang.

Jika statusnya enable maka data di forward lain halnya jika port di shut down oleh administrator atau jika portnya fails

Rapid Spanning Tree Protocol

Waktu yang dibutuhkan oleh STP lumayan lama, 20 +15 +15=sekitar 50 detik. Dari situ kemudian IEEE menginprovisasi 802.1d protocol menjadi 802.1w yang disebut Rapid Spanning Tree Protocol (RSTP).

 

 

One thought on “Root Bridge dan Pemilihan presiden

  1. RANDY December 12, 2008 at 5:17 am Reply

    thank u atas infonya dan logikanya yang simple sehingga mudah di pahami😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: