IP Addressing bagian I

Suatu hari di di dalam sebuah kantor, terdengar teriakan “IP addressnya salah, karena gak satu network. Pantesan data kita gak pernah sampe ke komputer dia….”.

Setiap Komputer dalam jaringan, agar bisa berkomunikasi dengan komputer lain, memerlukan unique identifier. Unique identifier itu berupa IP address. IP address merupakan gabungan antara alamat jaringan dan alamat host atau komputer. Jika komputer itu rumah, agar setiap penghuni rumah ini dapat berkirim surat maka rumah itu perlu diberi alamat Alamat itu adalah gabungan antara kode pos dan no rumah. Dua parameter ini yang di gunakan pak pos untuk mengantarkan surat dan membuat antar rumah bisa berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Komputer hanya mengerti bilangan biner, 0 dan 1. Komputer hanya mengerti beda tegangan atau voltase.Pada range tertentu voltase yang diartikan 0 dan range tertentu, tegangan diartikan 1.

Ketika belajar pengalamatan IP, saya asumsikan kita sudah mengerti matematika biner dan hexadesimal. Penjumlahan, penambahan, mengkonversi bilangan desimal ke bilangan binert dan sebaliknya adalah matematika dasar yang perlukan mengerti terlebih dahulu.

Contoh: dalam biner 10101010 kemudian di ubah ke dalam desimal

128+0+32+0+8+0+2 + 0 = 190.

IP version 4

IP version 4 adalah yang banyak digunakan saat ini dengan 32 bit sequence bit. Agar IP addres dapat dengan mudah ditulis, maka dibuat kesepakatan untuk menuliskannya dengan empat buah bilangan genap yang dIPisahkan oleh tanda titik. IP address ini selalu dIPisahkan antara porsi untuk network dan porsi untuk host atau komputer.

Contohnya adalah 172.16.122.204

Public IP dan Private IP

Ukuran dari jaringan tentu sangat bervariasi. Pengertian ukuran yang saya maksud adalah jumlah atau komputer dalam satu network tersebut. Atau Jumlah pesawat telepon dalam satu area. Untuk mengakomodasi ukuran yang berbda tadi, IP address dibagi menjadi kelompok-kelompok yang disebut classes. Classes yang bisa kita gunkan adalah A, B, C, sedangkan D digunakan untuk multicast dan E untuk research.

Lebih detailnya adalah;

Classes A ; 0XXX XXXX . YYYY YYYY .YYYY YYYY.YYYY YYYY

Classes B ; 10 XX XXXX . XXXX XXXX .YYYY YYYY.YYYY YYYY

Classes C ; 11 0 X XXXX . XXXX XXXX .XXXX XXXX.YYYY YYYY

Classes D; 1 1 10 YYYY . YYYY YYYY .YYYY YYYY.YYYY YYYY

Classes E; 1 1 11 YYYY . YYYY YYYY .YYYY YYYY.YYYY YYYY

Y artinya bagian network dan X adalah bagian host.

Dikatakan di awal alamat IP digunakan sebagai identifier suatu komputer. Artinya IP address tersebut harus unique. Lantas, jika hanya menggunakan aturan di atas saja apakah tidak akan terjadi duplikasi alamat IP ketika jaringan yang kita buat terkoneksi ke internet.. Maka penggolongan classes A, B, C di buat berdasar RFC 1918.

Public IP adalah IP yang digunakan dan dikenal oleh jariangan internet. Agar IP Public ini tidak ada duplikasi dan tetap unique, maka penggunaan IP public ini diatur oleh lembaga dunia IANA.

Private IP adalah IP yang digunakan oleh jaringan internal. Jika jaringan ini di hibingkan ke internet maka biasanya menggunakan NAT( Network Address Translation). NAT akan mengubah IP private menjadi IP public

Berdasar RFC 1918 , IP public. Untuk setiap classes adalah;

Class A.; 10.0.0.0 hingga 10.255.255.255

Class B.; 172.16.0.0 hingga 172.16.255.255

Class C.; 192.168.0.0 hingga 192.168. 255.255

IP private adalah salah satu cara untuk menghemat IP yang memang terbatas. Cara lainnya adalah dengan munculnya Classless Interdomain Routing (CIDR) dan IP version 6.

IP version 6 adalah IP yang dikembangkan karena IP version 4 terbatas jumlahnya. Jika IP version 4 menggunakan 4 oktet (32 bit). Maka IP version 6 version menggunakan 16 oktet (128 bit).

5 thoughts on “IP Addressing bagian I

  1. merianita September 26, 2006 at 6:06 am Reply

    kalo bisa uraiannya lebih jelas lagi!!! disertai contoh gitu.

  2. angga October 29, 2007 at 1:36 pm Reply

    mas tolong utarakan tentang data IP versi 6
    sya tunggu

  3. Najib November 8, 2007 at 12:51 pm Reply

    mas,
    apa gak kebalik yg net sama host nya tuh???

  4. anam November 14, 2007 at 10:21 pm Reply

    mas tlng kasih tahu bila kita memiliki host lebih dari 300 host itu g mana hitugnya n kelas apa yang harus kita gunakan. terima kasihhhhh.!!!!!!!!

  5. segaon June 10, 2008 at 1:00 am Reply

    “”Berdasar RFC 1918 , IP public. Untuk setiap classes adalah;
    Class A.; 10.0.0.0 hingga 10.255.255.255
    Class B.; 172.16.0.0 hingga 172.16.255.255
    Class C.; 192.168.0.0 hingga 192.168. 255.255″”

    bukannya ip-privat neh??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: