<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dongeng Jawa &#187; MTI</title>
	<atom:link href="http://jokondo.wordpress.com/category/mti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jokondo.wordpress.com</link>
	<description>Never Ending Improvement</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Jan 2010 19:20:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jokondo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/dccacf0fe904b8b18b30fc88bb20918c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dongeng Jawa &#187; MTI</title>
		<link>http://jokondo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jokondo.wordpress.com/osd.xml" title="Dongeng Jawa" />
		<item>
		<title>Bulan Lalu dan sekarang</title>
		<link>http://jokondo.wordpress.com/2008/10/23/bulan-lalu-dan-sekarang/</link>
		<comments>http://jokondo.wordpress.com/2008/10/23/bulan-lalu-dan-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 02:51:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jokondo</dc:creator>
				<category><![CDATA[MTI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jokondo.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	&#8211;&#62;
Alhamdulillah bulan lalu proposal TESIS di setujui pembimbing saya sekaligus ketua MTI UI.
TA yang sedang saya garap mengambil topik Data warehouse dan data mining. Awalnay saya bingung mau ngapain, tapi setelah baca-baca beberapa tesis terdahulu, mulai ada gambaran mau melangkah kemana. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jokondo.wordpress.com&blog=331280&post=89&subd=jokondo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Alhamdulillah bulan lalu proposal TESIS di setujui pembimbing saya sekaligus ketua MTI UI.</p>
<p style="margin-bottom:0;">TA yang sedang saya garap mengambil topik Data warehouse dan data mining. Awalnay saya bingung mau ngapain, tapi setelah baca-baca beberapa tesis terdahulu, mulai ada gambaran mau melangkah kemana. Pembimbing saya minta saya baca Tesis punya mas Syahreza Zain, senior yang juga bimbingannya pak Yudho yang mengambil topik yang sama dengan studi kasus Indosat.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Bismillah aku niat perang melawan kemalasan dan kelalaian&#8230;.SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN  atau bayar lagi SPP 10 jetii waaaaaaaaaaaaaa, bisa puasa terus istri di rumah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jokondo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jokondo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jokondo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jokondo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jokondo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jokondo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jokondo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jokondo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jokondo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jokondo.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jokondo.wordpress.com&blog=331280&post=89&subd=jokondo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jokondo.wordpress.com/2008/10/23/bulan-lalu-dan-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5653e3f5fb7f1fdbe6f36011c90caab5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jokondo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IT Indonesia dan peluangnya berkaca dari India</title>
		<link>http://jokondo.wordpress.com/2008/01/24/it-indonesia-dan-peluangnya-berkaca-dari-india/</link>
		<comments>http://jokondo.wordpress.com/2008/01/24/it-indonesia-dan-peluangnya-berkaca-dari-india/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 09:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jokondo</dc:creator>
				<category><![CDATA[MTI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jokondo.wordpress.com/2008/01/24/it-indonesia-dan-peluangnya-berkaca-dari-india/</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara kondisi industri Teknologi Informasi (TI) atau perangkat lunak di Indonesia berdasarkan sumber informasi yang didapat dari website resmi SDA Asia Magazine indonesia yang berbicara mengenai Benchmarking IT Industry Competitiveness, dimana penelitian mengenai hal tersebut dilakukan oleh Economiest Intellegence Unit dari SDA Asia Magazine Indonesia, yang berupaya untuk membandingkan kinerja negara-negara didunia dalam membangun sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jokondo.wordpress.com&blog=331280&post=69&subd=jokondo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berbicara kondisi industri Teknologi Informasi (TI) atau perangkat lunak di Indonesia berdasarkan sumber informasi yang didapat dari website resmi SDA Asia Magazine indonesia yang berbicara mengenai Benchmarking IT Industry Competitiveness, dimana penelitian mengenai hal tersebut dilakukan oleh Economiest Intellegence Unit dari SDA Asia Magazine Indonesia, yang berupaya untuk membandingkan kinerja negara-negara didunia dalam membangun sebuah lingkungan yang mendukung daya saing TI. Menurut laporan dari Economiest Intellegence Unit bahwa skor indeks keseluruhan indonesia mencapai 23.7. Pencapaian indeks tahun ini, Indonesia dinilai menunjukan kinerja yang lebih baik dalam lingkungan bisnis secara keseluruhan (Urutan ke 51). Sementara itu, Indonesia dinilai paling lemah bila dibandingkan dengan semua negera dalam hal infrastruktur TI dengan menempati urutan ke 64. infrastruktur TI ini meliputi belanja hardware, software dan layanan TI, kepemilikan dekstop dan laptop, koneksi broadband, dan server intranet yang aman. Sebagai perbandingan, untuk skala global mengenai infrastruktur TI ini, Vietnam berada di urutan ke 60, Filipina menempati urutan ke 55, Thailand urutan ke 49, Malaysia berada diurutan 33 dan singapura berada diurutan ke 12. Skor indeks ini secara keseluruhan menyimpulkan bahwa sejumlah negara memiliki semua faktor yang diperlukan untuk mendukung sektor TI agar tumbuh. Melihat skor indeks tersebut dapat dilihat bagaimana daya saing Indonesia dikawasan regional.<span id="more-69"></span><!--more--></p>
<p>Melihat skor indeks tersebut dapat dilihat bagaimana daya saing Indonesia dikawasan regional untuk industri TI khusus industri perangkat lunak. Dengan jelas dapat kita lihat bahwa industri perangkat lunak belum mempunyai gigi untuk dapat bersaing dengan industri perangkat lunak di negara regional apalagi di dunia. Hal perlu dicermati kendala apa saja sehingga pertumbuhan industri perangkat lunak tidak tumbuh secara cepat dan cenderung tertinggal dari negara-negara lain khusus dikawasan regional. Menurut Romi Satria Wahono salah seorang praktisi di dunia TI mencoba memaparkan beberapa permasalahan yang ada dalam industri perangkat lunak di<br />
indonesia adalah sebagai berikut :<br />
a. Keterbatasan dalam software development dan standar methodology.<br />
b. Software belum menjadi industri profesional<br />
c. Lemah dalam ide produk dan inovasi : kurangnya sarana penghubung dengan<br />
pihak yang membutuhkan software.<br />
d. Infrastruktur informasi belum memadai<br />
e. Keterbatasan modal usaha, terutama karena industri perangkat lunak belum<br />
bankable<br />
f. Trend SDM IT Indonesia kearah aktivitas cracking</p>
<p>Berkaca pada pertumbuhan industri perangkat lunak di Negara India<br />
Seperti yang kita ketahui bahwa india merupakan negera yang memberikan<br />
kontribusi yang sangat banyak terhadap pertumbuhan industri perangkat lunak di dunia,<br />
bagaimana kontribusi tersebut akan banyak dibahas pada bab II mengenai bab<br />
pembahasan. Akan tetapi kenapa kita harus berkaca terhadap negera India untuk hal<br />
bagaimana mencapai kesuksesan dalam membangun industri perangkat lunak.<br />
Apabila kita lihat antara dengan Indonesia dan India merupakan sama-sama<br />
negera berkembang dengan populasi penduduk yang cukup banyak. Seperti kita ketahui<br />
negara India bukan lah negara yang kaya, menempati urutan ke 2 setelah China dalam hal<br />
populasi penduduk, sedangkan Indonesia menduduki level 4 setelah Amerika. Meskipun<br />
india bukanlah negara kaya, untuk bidang Information Technology (IT) dia menduduki<br />
urutan terdepan di Asia Fasifik. Bahkan jika dilihat dari jumlah perusahaan yang meraih<br />
CMM level 5, negara India merupakan negera yang paling banyak memiliki perusahaan<br />
perangkat lunak yang meraih CMM level 5.<br />
CMM merupakan singkatan dari Capablity Maturity Model yang digunakan<br />
sebagai standar international untuk mengukur development proses dan tingkat<br />
kematangan perusahaan dalam membangun prangkat lunak. Dari 80 perusahaan yang<br />
bersertificate CMM 5 di dunia, 60 diantaranya berada di negara India. Artinya 75%<br />
CMM level 5 berada di negara India. Level 5 adalah tingkat tertinggi kualitas software<br />
dilihat dari kematang development process. Perusahaan- perusahaan produsen perangkat<br />
lunak India tercepat dalam hal sertifikasi.<br />
Sejak awal kemerdekaannya, negara India memiliki komitment yang kuat untuk<br />
memajukan pendidikan masyarakatnya, bahkan negara India sudah sejak awal 3 tahun<br />
sebelum merdeka menetapkan strategi untuk mengalokasi anggaran pendidikan sebesar<br />
20%. Strategi sama di kembangkan oleh Indonesia untuk meningkatan kualitas SDM<br />
melalui pendidikan dengan memasukan anggaran tersebut kedalam UU yang dikeluarkan<br />
oleh DPR dan Pemerintah Indonesia untuk memberikan anggaran pendidikan di<br />
alokasikan 20% dari total APBN, namun realisasi dan hasil dari undang-undang tersebut<br />
belum terlihat secara nyata.<br />
Jika kita lihat dari tabel rangking indeks kompetisi industri IT diatas, negara India<br />
memiliki rangking yang jauh lebih baik dari negara Indonesia, Ada beberapa hal yang<br />
harus kita pelajari dari kesuksean negara India dalam menciptakan daya saing industri<br />
lokal dengan industri-industri di dunia. Yaitu :<br />
a. Bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dalam bidang IT dikarenaka€n<br />
menurut data yang kami dapatkan melalui situs Budi Raharjo praktisi IT<br />
menyatakan bahwa India India memiliki pekerja terbesar baik dalam jumlah dan<br />
kapabilitas.<br />
b. Negera India masih unggul dari Indonesia dalam pengembangan research dan<br />
Development.<br />
c. Banyaknya perusahaan perangkat lunak yang memiliki sertifikasi CMM level 5</p>
<p>Melihat kondisi Indonesia ditingkat dunia dan regional, dan dibanding juga dengan<br />
India yang secara demographi memiliki populasi penduduk yang sama-sama banyak serta<br />
merupakan negara yang berkembang, Pertumbuhan industri perangkat lunak masih<br />
tertinggal dari India. Pertanyaannya adalah bagaimana industri perangkat lunak dapat<br />
tumbuh dan bersaing dengan industri perangkat lunak di tingkat regional, setelah<br />
melakukan studi literatur keberhasilan Negara India dalam memajukan tumbuhnya<br />
industri perangkat lunak sehingga dapat berbicara banyak pada industri perangkat lunak<br />
di tingkat dunia</p>
<p><b> Atmosfer industri perangkat lunak di negara India sebagai barometer<br />
kemajuan industri perangkat lunak<br />
</b> Informasi teknologi adalah segmen pasar yang tumbuh paling cepat diantara<br />
industri yang lainnya pada sudut pandang produksi dan export. Istilah ‘software<br />
development and IT enabled services’ telah menjadi ciri khas India di mata dunia. Dan<br />
kini Pemerintahan India mencoba untuk mengambil seluruh langkah penting dalam<br />
mewujudkan cita-cita untuk menjadi negara super power dalam Informasi Teknologi dan<br />
menjadi pemimpin dalam revolusi Informasi Teknologi. Pemerintah India telah<br />
mengumumkan bahwa Informasi Teknologi menjadi 1 dari 5 prioritas negara dan<br />
membuat divisi khusus untuk Informasi Teknologi dan Pengembangan Piranti Lunak.<br />
Beberapa saat lalu kita mendengar program pemerintah bernama IGOS.<br />
Bagaimana dengan india? Menurut wawancara Red Hat Magazine dengan Javed Tapiax<br />
(salah satu direktur dari Red Hat India), dengan berkembangnya industri perangkat lunak<br />
India, ada pendekatan yang cukup radikal untuk mengembangkan insfrstruktur IT India<br />
yaitu penggunaan aplikasi open source. Selain penggunaan sistem operasi linux, LAMP<br />
juga menjadi dasar dari . Pengembangan open source di India menjadi daya tarik diantara<br />
para mahasiswa dan praktisi karena mudah didapat dan juga memiliki dukungan dari<br />
komunitas yang terbentuk dari aplikasi open source itu sendiri.<br />
Ada juga sikap positif dari sudut pemerintahan akan penggunaan aplikasi open<br />
source, dengan pernyataan dari Shri Dayanidhi Maran, Menteri Komunikasi dan<br />
Informasi Teknologi India pada saat peluncuran CD aplikasi gratis berisi Font India, bahwa kemampuan OpenOffice setara dengan Microsoft Office. Pada saat Javed Tapiax bertemu dengan Rashtrapati Bhavan, presiden dari India, aplikasi open source juga<br />
disambut baik dengan harapan aplikasi open source dapat menggapai jutaan penduduk<br />
India yang belum “melek” TI. Contoh nyata dalam pengembangan aplikasi open source di India adalah dengan<br />
dibangunnya Open Source Center yang ditujukan untuk pemotongan harga personal<br />
computer dengan mengembangkan piranti lunak gratis. Juga dengan adanya penjualan<br />
Personal Computer berbasis Open Source dengan harga 9.990 rupee dilengkapi dengan<br />
hardware yang mencukupi untuk memproses aplikasi office, email, internet, dan<br />
kemampuan memutar audio dan video.<br />
Sejarah CMM di India, dimulai dengan Motorola India yang menggunakan CMM<br />
secara internal untuk meningkatkan kualitas piranti lunak yang mereka sedang<br />
kembangkan dan menjadi perusahaan kedua di dunia yang memiliki sertifikasi CMM<br />
level 5, membuat beberapa perusahaan lain untuk melirik standar CMM untuk<br />
perusahaannya masing-masing. Industri telekomunimasi adalah industri pertama yang<br />
menyebar luaskan penggunaan standar CMM, hingga – hingga perusahaan berdasar<br />
finance menggunakan standar tersebut.<br />
Pada tahun 2003 sudah ada 80 perusahaan didunia software yang mendapatkan<br />
sertifikasi CMM level 5, yang 60 diantaranya berada di India. Tidak hanya sebatas CMM,<br />
India terkenal dengan penggunaan People CMM (PCMM), dan CMMI. Dengan ini tak<br />
hanya penduduk India sendiri, penduduk dunia seperti amerika juga berkeinginan untuk<br />
belajar tentang sertifikasi tersebut ke India.<br />
Dengan adanya sertifikasi yang menjamin kualitas dari sebuah perusahaan,<br />
investasi pun berdatangan ke India. Para investor berpikit bahwa mereka tak hanya<br />
mendapatkan kualitas kerja yang bagus, tapi juga work hour yang murah. Dan tentunya<br />
hal ini membantu perkembangan industri perangkat lunak di India. Tentunya hal ini<br />
menciptakan prospek industri outsource perangkat lunak yang besar untuk india, dan<br />
terbukti dengan memiliki pangsa pasar 4 % dari industri outsourcing perangkat lunak<br />
internasional.<br />
Figur 2. Industri outsorcing perangkat lunak Internasional<br />
Berdasarkan laporan tahunan India 2006-2007 dalam bidang IT India telah<br />
mengeluarkan funding dalam pelatihan Informasi Teknologi sebesar Rs 14,400,000 atau<br />
3,384,601,775 Rupiah. Dan pemerintahan India juga telah mengeluarkan 15 Milyar Rupee untuk Departemen Teknologi Informasi, untuk penelitian dan pengembangan<br />
Piranti Lunak, infrastruktur dan sumber daya manusia untuk teknologi Informasi di India.<br />
(Information Technology 2006-2007).</p>
<p><b>Atmosfer industri perangkat lunak di negara Indonesia.</b><br />
Perubahan kementrian komunikasi menjadi department komunikasi dan informasi<br />
diharapkan dapat memberikan kontribusinya di industri IT. Kebijakan-kebijakan yang<br />
ditelorkan diharapkan dapat mendukung perkembanganindustri IT. India sudah lebih<br />
dulu memiliki dua departemen yang mengurusi IT, Departement Teknologi Informasi dan<br />
Departement Komunikasi. Pertumbuhan bisnis IT sendiri di Indonesia<br />
Figur 3. Perbandingan industri IT indonesia dengan industri lainnya<br />
Di Indonesia yang konsen terhadap industri IT adalah departement Komunikasi<br />
dan Informasi dan Departement PErdagangan. Departement Perdagangan bahkan sudah<br />
mempersiapkan konsep CMM versi Indonesia harapannya dapat menjadi jembatan agar<br />
perusahaan IT di Indonesia meraih CMM international. Dipandang perlu karena<br />
perusahaan indonesia yang ber CMM tertinggi hanya pada level 3, itupun jumlahnya<br />
sangat terbatas(2 perusahaan).<br />
Departemen Perindustrian bersama Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia<br />
(Aspiluki), tahun 2008 akan mengeluarkan Kematangan Industri Perangkat Lunak<br />
Indonesia (KIPI) versi 1.0, CMM versi Indonesia. Diharapkan dapat menjadi standar bagi<br />
indonesia dalam meningkatkan process development software bagi perusahaanperusahaan<br />
indonesia. Menurut Ketua Aspiluki Djarot Subiantoro, pertimbangan itu<br />
diambil bersama Deperin karena untuk meraih sertifikasi CMM Internasional perusahaan<br />
lokal perlu mengeluarkan biaya besar dan memakan waktu lama.<br />
Sementara itu, kualitas dan ketersediaan infrastruktur untuk lingkungan bisnis<br />
software masih di tingkat dasar. Saat ini secara nasional terdapat 250 perusahaan<br />
pengembang software (ISV) di mana untuk merebut pasar yang lebih luas perlu mengadopsi standar CMM yang saat ini baru dimiliki empat perusahaan dan yang tertinggi baru pada tingkat III yang sertifikasinya diberikan organisasi yang diotorisasi<br />
Software Engineer Institute, AS.D samping akses permodalan, salah satu tantangan ISV<br />
saat ini adalah budaya kerja industri software lokal. Budaya yang ada masih seperti<br />
perajin dibandingkan dengan industri, begitu diminta agar proses kerja konsisten mereka<br />
harus memaksakan diri.Deperrin berencana membentuk lembaga sertifikasi dilevel<br />
nasional untuk menjaga standar proses development dari ISV.<br />
Secara umum, standar CMM tingkat II mempersyaratkan standar proses<br />
pengembangan software, di tingkat berikutnya ISV disyaratkan kemampuan<br />
melaksanakan proses atau prosedur secara konsisten. Di tingkat IV, ISV harus mampu<br />
dalam pengembangan dan menggunakannya secara konsisten, baru di tingkat V, ISV<br />
harus mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan organisasi serta semua potensinya<br />
Tingkat pendidikan berkorelasi pendidikan berkorelasi terhadap penghasilan.<br />
Negara maju memiliki penduduk dengan taraf pendidikan yang lebih tinggi. Hanya saja<br />
bukan berarti jika penduduknya berpendidikan tinggi kemudian negara tersebut menjadi<br />
maju. Banyak tenaga ahli, seperti dokter, insinyur, dosen, ilmuwan, peneliti, dan teknisi<br />
profesional, yang bermigrasi ke negara-negara Organization for Economic Cooperation<br />
and Development (OECD), terutama Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, dan<br />
Jerman. Dampaknya, tenaga ahli di dalam negeri akan sulit dicari. Perpindahan tenaga<br />
ahli bidang IT ke negara maju yang memberikan dan menyediakan fasilitas lebih pada<br />
tenaga ahli tersebut. Lebih senangnya para intelektual berkiprah di negara-negara maju<br />
adalah fenomena klasik. Betapa banyak dosen dan peneliti yang disekolahkan<br />
pemerintah, lebih memilih bekerja di negara tetangga atau negara tempat mereka pernah<br />
bersekolah. Bahwa, lebih senangnya kaum cerdas ini di luar negeri adalah masalah<br />
pendapatan dan penghargaan yang tak sebanding dengan yang mereka terima jika mereka<br />
di luar negeri.<br />
Taiwan menjadi contoh dari parahnya mereka mengalami brain drain, sekaligus<br />
betapa suksesnya mereka menggaet para brain drainernya untuk kembali atau<br />
berkontribusi positif terhadap negaranya. Tahun 1970-an, posisi Taiwan adalah layaknya<br />
Indonesia saat ini. Saat itu, Taiwan adalah tipikal negara berkembang yang hanya bisa<br />
menyuplai banyak tenaga kerja murah bagi negara maju. Hubungan dengan negaranegara<br />
maju dalam ekonomi maupun Iptek selayaknya Indonesia sekarang. Bukan berdiri<br />
sama tinggi ataupun duduk sama rendah.<br />
Tenaga Kerja Indonesia dengan pendidikan yang rendah menjadi pahlawan<br />
devisa. Indonesia dengan menyuply sedemikian banyaknya TKI ke negara-negara<br />
tetangga dengan keahlian yang minim. Disaat yang sama, indonesia juag banyak<br />
menyekolahkan anak-anak muda yang berbakat, entah oleh biaya sendiri ataupun oleh<br />
negara dengan beasiswa, kemudian mereka menetap dan berkerja di negara mereka<br />
sekolah.<br />
Brain drain disatu sisi menguntungkan negara yang ditinggalkan, karena tenaga<br />
ahli yang pindah negara tersebut bisa menambah penghasilan negara. Hanya saja jika kepindahan SDM itu untuk menetap dan tidak kembali, maka ini kerugian yan besar bagi<br />
negara dengan membiarkan orang-orang yang talented tersebut berpindah. India pernah<br />
mengalami hal yang serupa, hanya saja di tahun 1999 an, ada reverse drain brain. Orang<br />
orang IT india yang bermigrasi kembali ke negaranya, mengembangkan usaha ISV dan<br />
menerima project-project dari negara mereka bekerja sebelumnya sebagai project<br />
outsource.<br />
Jika dengan berpindahnya mereka menyebabkan kurangnya tenaga ahli di dalam<br />
negeri, maka bisa menjadi ancaman bagi keadaan dalam negeri, karena perlu menyewa<br />
konsultan dari luar negeri yang pasti jauh lebih mahal dibandingkan dengan menyewa<br />
tenaga ahli dari dalam negeri.Kondisi ideal dari dunia infrastruktur informasi adalah<br />
membuat dunia ini rata (the world is flat), dan hal ini belum dirasakan oleh Indonesia.<br />
Tidak seperti India yang sudah terlebih dahulu membangun infrastruktur informasi.<br />
Tantangan saat ini adalah bagaimana infrastruktur ini dapat dirasakan oleh sebagian besar<br />
masyarakat dari ujung sabang hingga merauke. Dengan kebjikan desentralisasi<br />
diharapkan pemerintah setempat dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana<br />
infrastruktur dibidang informasi untuk menumbuh kembangkan industri IT di tempatnya<br />
masing-masing.<br />
Perlu upaya sinergi yang dikoordinasikan oleh pemerintah pusat terkait dengan<br />
proyek-proyek pemerintah yang dilakukan oleh pemerintah daerah, supaya tidak tumpang<br />
tindih dengan pemerintah daerah lain. Pemerintah pusat dapat mengkoordinasikan<br />
project-project supaya tidak tumpang tindih dan adapt menggunakan resource sharing.<br />
Sehingga dana yang ada bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan infrastruktur<br />
informasinya.Disamping infrastruktur juga masalah pendanaan. Bank bank indonesia<br />
memandang industri software tidaklah bankable. industri perangkat lunak adalah industri<br />
yang tidak pasti, sehingga untuk mendapatkan sumber pendanaan dari pihak bank bukan<br />
hal yang mudah. Bagaimanapun pembiayaan terhadap startup company ataupun<br />
perusahaan yang berencana untuk mengextend usahanya, adalah satu keharusan.<br />
Jumlah ISV di indonesia adalah 250 dan akan meningkat dua kali diakhir tahun<br />
2010. jumlah pengembang profesional di tahun 2004 adalah 56500 dan akan terus<br />
meningkat mencapai 712600 di akhir tahun 2008. Total pengembang profesional dunia<br />
sekitar 13,5 juta. Indonesia menyubang 0.5%, india 10,5% dan Amerika Serikat<br />
menyumbang 18.9%. Region asia pasifik menyubang developer terbesar di dunia<br />
(29.2%) di susul oleh region North Amerika 21.7%. 200 lebih komunitas yang<br />
terkumpul karena kesamaan bahasa pemograman atau bidang software yang digarap.<br />
Terbuka peluang untuk mengembangkan ISV baru dengan modal yang memadai.<br />
Pembentukan Indonesia Go Open Source atau disingkat IGOS yang merupakan salah satu<br />
repositori Open Source Software (OSS) Nasional adalah Kementerian Negara Riset dan<br />
Teknologi bersama Departemen Komunikasi dan Informasi sebagai salah satu instansi<br />
pemerintah pada tanggal 30 Juni 2004. Hal yang menarik banyak sistem komputer yang<br />
berjalan, baik yang digunakan oleh pemerintah atau pun swasta, menggunakan sistem<br />
solusi yang berasal dari open source yang mendapat dukugnan dari komunitas.<br />
<b>Kesimpulan</b><br />
Perlu campur tangan pemerintah untuk meningkatkan daya saing ISV-ISV agar<br />
bisa bersaing dengan ISV international dan mendorong ISV local memenuhi standar<br />
internasional baik dari segi kematangan proses development (CMM , ISO 9001) ataupun<br />
standart faktor dan kriteria produk (ISO 9126), juga memperbaiki infrastruktur informasi<br />
agar sebagian besar wilayah Indonesia tercover. Memperbaiki kurikulum jurusan<br />
komputer di bidang software engineering dengan menambahkan development standart,<br />
certification, management dan marketing. Kemudahan mendapatkan allowance dari<br />
perbankan. Mendukung program “Be Legal” dengan menggunakan software berlisensi<br />
atau dengan mengunakan open source. KIPI sebagai CMM versi Indonesia diharapkan<br />
mampu menjebatani ISV-ISV lokal dapat meningkatkan kualitas produk software dari<br />
segi kematangan proses development. ISV yang sudah memiliki KIPI level tertentu<br />
diharapkan mengambil sertifkasi CMM agar dapat bersaing secara global.</p>
<p>by Asep MTI-2007B, Dodick MTI-2007B dan Mujoko MTI-2007B</p>
<ul></ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jokondo.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jokondo.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jokondo.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jokondo.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jokondo.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jokondo.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jokondo.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jokondo.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jokondo.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jokondo.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jokondo.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jokondo.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jokondo.wordpress.com&blog=331280&post=69&subd=jokondo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jokondo.wordpress.com/2008/01/24/it-indonesia-dan-peluangnya-berkaca-dari-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5653e3f5fb7f1fdbe6f36011c90caab5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jokondo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Mahasiswa MTI kelas B</title>
		<link>http://jokondo.wordpress.com/2007/09/01/daftar-mahasiswa-mti-kelas-b/</link>
		<comments>http://jokondo.wordpress.com/2007/09/01/daftar-mahasiswa-mti-kelas-b/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2007 09:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jokondo</dc:creator>
				<category><![CDATA[MTI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jokondo.wordpress.com/2007/09/01/daftar-mahasiswa-mti-kelas-b/</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan di download, Bagi rekan yang belum tercatat, silahkan add di comment, nanti ditambahkan.
Maaf saya delete linknya, it was just temporer link.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jokondo.wordpress.com&blog=331280&post=65&subd=jokondo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Silahkan di download, Bagi rekan yang belum tercatat, silahkan add di comment, nanti ditambahkan.<br />
Maaf saya delete linknya, it was just temporer link.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jokondo.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jokondo.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jokondo.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jokondo.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jokondo.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jokondo.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jokondo.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jokondo.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jokondo.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jokondo.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jokondo.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jokondo.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jokondo.wordpress.com&blog=331280&post=65&subd=jokondo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jokondo.wordpress.com/2007/09/01/daftar-mahasiswa-mti-kelas-b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5653e3f5fb7f1fdbe6f36011c90caab5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jokondo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Welcome MTI</title>
		<link>http://jokondo.wordpress.com/2007/04/25/welcome-mti/</link>
		<comments>http://jokondo.wordpress.com/2007/04/25/welcome-mti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2007 01:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jokondo</dc:creator>
				<category><![CDATA[MTI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jokondo.wordpress.com/2007/04/25/welcome-mti/</guid>
		<description><![CDATA[Yaa, Thanks God. Yesterday I just know that I have been accepted in MTI Indonesia University.
Here is the list of student that accepted fro Master degree  , well now thinking how to get money to pay the school fee  


Keep My Spirit, beri Semangat, 2 kali beri Semangat 3 kali beri semangat  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jokondo.wordpress.com&blog=331280&post=56&subd=jokondo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Yaa, Thanks God. Yesterday I just know that I have been accepted in MTI Indonesia University.</p>
<p>Here is the list of student that accepted fro Master degree <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , well now thinking how to get money to pay the school fee <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://jokondo.files.wordpress.com/2007/04/mti.jpg" title="myname_quote"><br />
</a></p>
<p>Keep My Spirit, beri Semangat, 2 kali beri Semangat 3 kali beri semangat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://jokondo.files.wordpress.com/2007/04/s2_gel1_diterima_2007.pdf" target="_blank">List Of Accepeted Student </a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jokondo.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jokondo.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jokondo.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jokondo.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jokondo.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jokondo.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jokondo.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jokondo.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jokondo.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jokondo.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jokondo.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jokondo.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jokondo.wordpress.com&blog=331280&post=56&subd=jokondo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jokondo.wordpress.com/2007/04/25/welcome-mti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5653e3f5fb7f1fdbe6f36011c90caab5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jokondo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>