Log4j dan JBoss AS

Log dalam programming digunakan untuk kepentingan development dan production. Saat development kita ingin info yang sedetail-detail saat aplikasi berjalan. Log yang sering digunakan dalam java salah satunya adalah Log4j. Saat digunakan, biasanya log4j menggunakan konfigurasi yang ada di file log4j.xml. Untuk JBoss 4.2.x sendiri file konfigurasinya adalah jboss-log4j.xml, terdapat di dalam ~\jboss-4.2.x\server\default\conf\.
Dalam file tersebut dapat kita set treshold (batasan) dari log yang akan ditampilkan dari yang tertinggi ERROR,WARN,DEBUG dan INFO. Kalau tresholdnya di set INFO , maka semua level (ERROR,WARN, DEBUG,INFO) log akan di tampilkan.
Output dari log4j sendiri bisa berupa tampilan di console, dalam file, database atau dikirimkan ke email tertentu.
Treshold menjadi penting kala aplikasi memasuki proruction. File log yang ukurannya akan terus menerus bertambah, semakin detail levelnya, INFO misalnya, semakin besar file log yang dibuat. Di JBoss, file log nya adalah server log, by defualt dan bisa di ubah dengan mengubah file jboss-log4j.xml pada line
dan server.lognya diganti.

Add comment December 1, 2009

Android, sebuah permulaan

Motorola november 2009 akan merelease handset berbasis android (detiknet). Nampaknya smartphone berbasis android semakin ramai. Nah as java developer tentunya gak boleh ketinggalan dengan semua perkembangan tersebut.

Google sendiri sudah merilis android versi 2.0 saat tulisan ini dibuat. Sekali lagi memang butuh waktu. Pasar android di Indonesia belum bisa mengalahkan Blackberry, khususnya di Indonesia.  Kalau menurut pakar yang dikutip oleh detiknet, adalah karena memang target pasarnya berbeda. Pengguna android akan merasa optimal penggunaan  handsetnya kalau penggunanya suka ngoprek, berbeda dengan BB yang fungsionalnya gak perlu oprek sana sini.

Android memiliki aplikasi marketplace, aplikasi yang digunakan untuk membrowse aplikasi-aplikasi yang bisa langsung di unduh dan di install dihandset penggunanya. Sayangnya aplikasi marketplace tersebut jika dijalankan di negara-negara diluar US, hanya bisa mengakses aplikasi-aplikasi yang sifatnya free. Aplikasi yang berbayar tidak akan nampak di hanset tersebut.

Bagi yang suka ngoprek alias develop android, peluangnya sangat besar untuk mengembangkan android. Selain platform yang bersifat open source, juga tersedia API-API (interface)  bagi developer untuk mengutilisasi feature-feature android. Developer bisa mengakses semua sensor yang tersedia dari mulai sensor GPS, accelerometer (sensor gerak), sensor suhu, sensor logam dan camera. Dengan tersedianya API tersebut, peluang pengembangan aplikasi jadi lebih beragam. Contohnya adalah aplikasi-aplikasi yang dibesut saat ADC, lomba yang di adakan google untuk developer android, seperti aplikasi yang memanfaatkan sensor camera untuk membaca barcode scanner (Aplikasinya Compare Anywhere). Tentunya hal ini belum bisa dilakukan di BB.

Bagaimana dengan IPhone? untuk developer, musti rogoh kocek cukup banyak.  IPhone terlalu terikat dengan Apple. Coba bayangkan untuk pengembang, agar dapat mengerjakan aplikasi dia musti bayar iuran ke Apple agar dapat key nya, ini mah mafionso, meski harus di akui grafis di IPphone di luar biasa ciamik, yang tentu musti dibayar dengan harga yang bisa 2 hingga 3 kali harga android untuk harga hansetnya.

Add comment November 25, 2009

Service Interaction SLEE

Sesi terakhir training open cloud, sayangnya lupa bawa buku catatan. Ya udah blog dipake buat nyatet aja :)

Starting here :

Service Interaction SLEE

Why?
Operators are under pressure to bring new produscts to make faster, at reduduce cost

SIS FEsature
1. Can operater with ext IN or IMS Service
2. Build on JAIN SLEE, allowing

IS

Trigger

Failure HAndlre Triger –trigger prioruty 0128 o make sure will be execute last

SCP (Service Control POint)

OCS (Online Charging Service)

HLR (Home Location Register )

MSC (Mobile Switching Central)

SMSC (SMS Switching Central)

IDP (Initial Detection Point)

SCIM (Service Capability Interaction Manager )


OCS SCCP addresss

Composition Selectors

3 types

1 Constant value

2 Profile lookup

3 service logic SIS wil invoke a JAIN SLEE service which will determinethe composition to use

profile composition Selector

Macros

Reusable extension  for use in composition and trigger

macros are define in XML

example  a macro for checking whether an IDP is an originating trigger

Macro can reference to other macro

Extention Service

pre-invoke block is the sample of extention Service

Once a service composition has been selected the SIS can still evalutae

This can be SBB.

Resource AD Development

Connecting from SBB to External Protocol such as INAP Protocol,

FSM

Finite State Machine

Add comment November 16, 2009

Interceptor Dalam EJB

Bagaimana caranya jika sebelum atau dan sesudah satu method dapat menyiapkan atau melakukan sesuatu?
Bagaimana membuat class-class service yang kita lebih bersih dari hal2 diluar bisnis proses?

Jika rekan-rekan terbiasa dengan listener class dalam web aplikasi, seperti Session Listener, Request Listener atau Aplication Listener, maka cara kerja mereka sangat mirip jika tidak mau dikatakan sama. Method-method yang didefine sebagai callback akan diinvoke saat sesuatu terjadi, nah sesuatunnya ini tergantung callback yang mana atau apa dan siapa yang memanggilnya.

Dalam Statefull Session Bean (SFSB), Stateless Session (SLSB) , Message Driven Bean (MDB) atau bahkan Entity Bean, mereka semua memliki interceptor yang disebut callback.  Contoh callbak yang hanya dimiliki oleh SFSB adalag @PrePassivate dan @PostActivate. Kedua Callback ini terkait dengan daur hidup dari SFSB yang akan dipassivate saat instance nya, tidak digunakan dan time out agar dapat digunakan lagi nanti oleh clientnnya dan tidak perlu menginstantiate yang baru.

Setiap method yang didefinisikan @PrePassivate diatas methodnya, maka method tersebut akan dipanggil sesaatsebelum SFB tersebut di Passivete. Hal yang bisa dilakukan dalam method tersebut contohnya adalah menyimpan state dari SFSB tersebut. Dan setiap method yang didefine @PostActivate diatas method tersebut akan diinvoke sesaat setelah object SFSB tersebut di activate lagi container. Yang mentrigger SFSB tersebut di activate adalah adanya client yang membutuhkan SFSB tersebut. hal yang bisa dilakukan didalam method tersebut contohnya adalah meretrieve state yang disimpan saat sebelum di passivate. Dalam SFSB juga ada @Remove yang jika dipanggil maka akan memakas container untuk menghancurkan Object SFSB tersebut.

Jika @Prepassivate dan @PostPassivate digunakan oleh SLSB, maka tidak akan berpengaruh apa-apa, karena pada prinsipnya daur hidup SLSB yang mengatur adalah EJB container.

Semua component EJB memiliki callback @PostConstruct dan @PreDetroy. Dari nama annotation sudah kelihatan kapanm mereka diinvoke oleh container. Method yang diannotate @PostContruct dipanggil oleh container sesaat setelah object component EJB tersebut diinstantiate dan sebelum method-method yang lain dipanggil. Ia didedikasikan dan mendapat kehormatan untuk dipanggil oleh container pertama kali, sebelum yang lainnya. Dan setiap method yang diannotate @PostDestroy akan dipanggil sesaat sebelum component tersebut didestory. Ia disiapkan sebegai saksi dalam eksekusi penghancuran hisupnya component EJB.

Khusus untuk component Entity Bean, mereka memiliki callback tambahan yang terkait dengan data persistent milik mereka. Method @PostLoad akan dipanggil sesaat setelah data dari persistent diload kedalam object yang di intance. Hal yang bisa dilakukan dalam method ini contohnya adalah mengubah data type dan mengkonversinya sehingga dapat diassign pada member variable yang diannotate @Transient.

Selain  itu Entity Bean juga memiliki callback yang dapat ditebak kapan method tersebut akan dipanggil, yaitu;

@PrePersist, @PostPersist, @PreUpdate, @Postupdate , @PreRemove dan @PostRemove. Callback ini semua dapat digunakan untuk mencatat aktivitas yang terkait dengan table, misalnya mencatat siapa yang melakukan update satu data dan kapan terakhir diupdate, yang akan sangat penting untuk kepentingan audit.

Add comment May 12, 2009

Objective 3, Session Bean bagian 2

Bagi client, session object adalah non-persistent object yang mengimplement bisnis logic dalam server. Dengan kata lain sesion object logical extention bagi program client yang berjalan di dalam server. Session object tidak di share antara client satu dengan yang lain (jika clientnya lebih dari satu).

Sesuai namanya SFSB (Statefull Session Bean), mempertahan state-nya untuk sebuah session dan tidak akan di share yang berbeda dengan SLSB (Stateless Session Bean) yang disimpan dalam pool.

Setelah kita menyentuh bagaimana permukaan session bean dalam EJB pada bagian pertama, coba kita lebih dalam lagi pada bagian ini  mengenai Lifecyclenya.

SFSB  memiliki callback interceptor method PostConstruct, PreDestroy, PrePassivate,  dan PostActivate. Ketiga lifecycle callback interceptor methods dapat digunakan oleh SFSB, sedangkan untuk SLSB PostConstruct dan PreDestroy, dan jikalaupun ada kedua callbacak interceptor method (PoastActivate dan PrePassivate) di SLSB, maka callback ini akan diabaikan.

Sekali lagiPrepassivate dan PostActivate khusus hanya untuk SFSB.!

sesuai namanya, method-method callback tersebut akan digunakan (invoked)

PostConstruct akan dipanggil sesaat setelah di buat objectnya dan sebelum ada bisnis method yang dipanggil.

PreDestroy akan dipanggil sesaat sebelum object tersebut diclaim oleh GC atau dihancurkan

PrePassivate dipanggil sesaat sebelum SFSB memasuki phase passive (ingat, yang memanage lifecycle SFSB adalah bean container)

dan PostActivate dipanggil sesaat setelah diaktifkan kembali dan sebelum method yang lainnya dipanggil.

Add comment February 18, 2009

Kebutuhan data pendukung pengambillan keputusan bisnis

Penggunaan IT pada setiap organisasi untuk mendukung jalannya operasionalnya adalah suatu hal yang tidak bisa dipungkiri, terutama organisasi-organisasi bisnis. Dari mulai toko kecil alfamart/idomart/ceriamart di pasar hingga gerai besar semacam Giant, Carrefour menggunakan aplikasi POST (Poin Of Sale Transaction). Dibidang airline dengan aplikasi reservasi, hingga bisnis support semacam loyalty program tidak lepas dari software untuk menjalankan bisnisnya. Implikasi dari adanya software-software yang bersifat data centric (aplikasi tersebut menyimpan data dan biasanya dalam database) adalah tumpukan data transaksi yang tidak informatif dan tidak penting bagi stakeholder alasannya karena stakeholder memerlukan informasi yang agregate dan menggambarkan kondisi organisasi bisnis saat ini yang memerlukan data tidak hanya dari satu sumber (satu aplikasi operasional) tapi sebisa mungkin dari hampir setiap departement/bagian organisasinya sehingga bisa dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan.

Banyak jalan menuju Mekah, banyak cara untuk memberikan informasi bagi stakeholder diantaranya dengan mengandalkan reporting dari setiap aplikasi. Hanya saja tidak feasible karena stakeholder perlu menggabungkannya setiap report yang digenerate dari setiap software yang dimiliki organisasi tersebut. Cara yang paling feasible menurut saya adalah dengan membangun data warehouse.

Data warehouse adalah salah satu tahapan dalam penggunaan data yang ekstensive untuk mendapatkan keunggualan kompetitif yang sukar ditiru oleh organisasi lain. Ingat, saat suatu keunggulan mudah ditiru, maka keunggulan tersebut akan cepat menjadi komoditas dan tidak bisa dijadikan kekuatan dalam persaingan bisnis. Tahap setelah data warehouse tentunya adalah data mining.

Add comment February 10, 2009

Enviroment Setup EJB3 dengan JBOSS

Sebelum menyiapkan environment untuk coding, dipastikan JDK 1.5 sudah terinstall dan sudah ditambahkan path JAVA_HOME. Setiap web/aplication server akan mencari path JAVA_HOME ini. Selnajut dapat diikuti langkah-langkah selanjutnya.

Langkah-langkah untuk menyiapkan environtment untuk coding EJB 3 adalah sebagai berikut;

1. Siapkan  Application Server yang akan digunakan, dalam kasus ini saya menggunakan JBOSS versi 4.0.5 dengan menggunakan jems-installer. Kemudian file jar tersebut dapat dieksekusi dengan command

C:\java -jar jems-installer-1.2.0.BETA3

Bagian penting saat install JBOSS adalah saat memilih profile, pilih EJB profile bukan yang lainnya.

Jems_Installer_Profile

2. Install IDE Eclipse, pada kasus ini saya menggunakan eclipse Release 3.2  dengan plugin eclipse jboss plugin. JBoss  eclipse dapat didownload dari  sini, Eclipse IDEnya sendiri dapat di download dari sini .

Referensi

http://java.boot.by/scbcd5-guide/index.html

Add comment February 9, 2009

Objective 3, Statefull Session Bean bagian 1

Dalam SCBCD, dituntut pengetahuan bagaimana sifat2 Statefull Session Bean (SFSB), life cycle dari SFSB dan callback dari interceptor.
Kapan dan bagaimana digunakan, bisa di baca ditutorial lain. Kita fokus pada SFSB itu sendiri bagaimana:

Saat Statefull Bean dieksekusi oleh pengguna nya (client), yang dipanggil adalah bisnis interface reference dari dari EJB Container oleh lookup JNDI,bukan object nya itu sendiri.

Dan berikut adalah interface contoh yang akan kita gunakan dan Session Bean mengimplement interface ini:

package by.iba.ejb;
import javax.ejb.Remote;
@Remote
public interface StatefulCalculator {

    public double add(double a);
    public double subtract(double a);
    public double multiply(double a);
    public double divide(double a);
    public void clean();

    public void turnOff();

}

Bisnis method,dalam hal ini Bean Calculator memiliki beberapa bisnis method yang dapat dipanggil oleh client,
add(double a); subtract(double a); multiply(double a); divide(double a);clean(); turnOff();
method ini sebelumnya di define di interface yang sudah diannotate @Remote atau @Lokal dan di over ride oleh bean dimana bisnis kita taruh.
Lebih lengkapnya sebagai berikut.

package by.iba.ejb;

import javax.annotation.PostConstruct;
import javax.annotation.PreDestroy;
import javax.ejb.EJB;
import javax.ejb.Remove;
import javax.ejb.Stateful;

@Stateful
public  class StatefulCalculatorBean implements StatefulCalculator {

    @EJB private StatelessCalculator calculator;

    double register = 0;

    public double add(double a) {
        register = calculator.add(register, a);
        return register;
    }

    public double subtract(double a) {
        register = calculator.subtract(register, a);
        return register;
    }

    public double multiply(double a) {
        register = calculator.multiply(register, a);
        return register;
    }

    public double divide(double a) {
        register = calculator.divide(register, a);
        return register;
    }

    public void clean() {
        register = 0;
    }

    @Remove
    public void turnOff() {
        System.out.println("[StatefulCalculatorBean] Good bye ! I gotta split !");
    }

    @SuppressWarnings("unused")
    @PostConstruct
    private void afterCreated() {
        System.out.println("[StatefulCalculatorBean] PostConstruct callback !");
    }

    @SuppressWarnings("unused")
    @PreDestroy
    private void beforeRemoved() {
        System.out.println("[StatefulCalculatorBean] PreDestroy callback !");
    }
}

Dengan sebuah interface dan sebuah class yang telah diannotate seperti diatas, kita sudha bisa menggunakan dan mendeploy EJB componen tersebut dalam Aplictaion server yang telah kita sediakan. Untuk menguji apakah EJB SFSB kita dapat berjalan atau tidak, kita bisa menggunakan main class application seperti dibawah ini :

package by.iba.client;

import javax.naming.Context;
import javax.naming.InitialContext;
import javax.naming.NamingException;
import javax.rmi.PortableRemoteObject;

import by.iba.ejb.StatelessCalculator;

public class CalculatorClient {

    public static void main(String[] args) {
        try {
            Context jndiContext = new InitialContext();
            Object ref = jndiContext.lookup("StatelessCalculatorBean/remote");
            StatelessCalculator calc = (StatelessCalculator) PortableRemoteObject
                    .narrow(ref, StatelessCalculator.class);

            System.out.println("4 + 3 = " + calc.add(4,3));
            System.out.println("4 - 3 = " + calc.subtract(4,3));
            System.out.println("4 * 3 = " + calc.multiply(4,3));
            System.out.println("4 / 3 = " + calc.divide(4,3));

        } catch (NamingException ne) {
            ne.printStackTrace();
        }
    }
}

Reference
http://java.boot.by/scbcd5-guide/

Add comment February 6, 2009

Bulan Lalu dan sekarang

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Alhamdulillah bulan lalu proposal TESIS di setujui pembimbing saya sekaligus ketua MTI UI.

TA yang sedang saya garap mengambil topik Data warehouse dan data mining. Awalnay saya bingung mau ngapain, tapi setelah baca-baca beberapa tesis terdahulu, mulai ada gambaran mau melangkah kemana. Pembimbing saya minta saya baca Tesis punya mas Syahreza Zain, senior yang juga bimbingannya pak Yudho yang mengambil topik yang sama dengan studi kasus Indosat.

Bismillah aku niat perang melawan kemalasan dan kelalaian….SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN atau bayar lagi SPP 10 jetii waaaaaaaaaaaaaa, bisa puasa terus istri di rumah.

3 comments October 23, 2008

Artikel lama dari blog http://hnawri.wordpress.com/

USD vs Euro vs Rupiah

Taken from Indonesian Telecommunication Expert & Professional

Dulu rata-rata kita menduga kalau alasan Amerika berperang ke Iraq ini karena:

01. Amerika ingin menghancurkan Islam;

02. Amerika ingin melibas terorisme;

03. Amerika itu memang bandit

04. Bush mau dendam secara pribadi kepada Saddam yang dulu gagal dihancurkan Bapaknya Bush Senior.

05. Ini ulahnya Yahudi [intelektual kriminal Perle & Wolfowitz ] yang saat itu jadi penasehat utamanya Bush;

06. Ini perang buat menguasai minyaknya Iraq …

07. Dan variasi-variasi lainnya.

Kini terbukti semua pandangan itu tidak 100% salah tapi juga “salah”, karena itu semuanya cuma masalah kecilnya saja. Semua dugaan kita Itu semuanya tidak menjelaskan alasan utamanya perang Iraq ini dari sudut pandang si Amerika sendiri. Karena, tujuan paling utama dari perang Iraq ini adalah:

Menyelamatkan dollar dari euro

Di mata Amerika yang dulu menghadiahkan rezim Suharto ke Indonesia , dosa Iraq yang terbesar adalah ketika Iraq [Saddam] tahun 2000 lalu minta ke PBB supaya semua minyaknya dibayar menggunakan euro; plus semua uang milik Irak [$10 bilyun] dikonversikan ke euro dari dollar..

Dulu semua orang bilang kalau itu ide Saddam ini tindakan bodoh karena euro waktu itu masih 90% dari nilai dollar dan euro pun dari sejak dikeluarkan [Januari 1999] terus menerus terdepresiasi lawan dollar yang waktu itu demand (permintaan) nya memang kuat sekali karena penipuan akuntasi besar-besaran sedang terjadi di bursa efeknya — dan investor asing juga perlu dollar untuk main di bursanya.

Tapi, sekarang ini euro ternyata sudah terapresiasi sebesar hampir 100% dari harga sebelumnya! Berarti apa, langkah “gilanya” Saddam tahun 2000 dulu itu ternyata sangat menguntungkan dan bahkan jenius! Langkah ini pula yang sekarang sedang dikaji oleh Iran yang cuma mau menerima transaksi minyak dengan euro dan menolak dollar. Dan di dunia ini, kartel perdagangan yang terkuat ya cuma minyak saja.

Kartel mobil, atau komputer, atau produk-produk lain praktis tidak eksis. Minyak — siapapun harus beli minyak. Terus perhatikan lagi, anggota OPEC itu rata-rata isinya adalah musuh-musuh Amerika yang nyata-nyata memang benci kepada Amerika, karena rata-rata negara Islam, yang bukan Islam pun seperti Venezuela yang dipimpin sama presiden Chavez malah lebih parah lagi anti Amerikanya.

Kalau saja semua anggota kartel minyak ini memang mau “jahat” dan main “evil” terhadap Amerika, maka caranya gampang sekali: mereka cukup bilang, kita sekarang cuman mau transaksi pake euro dan selesailah dollarnya Amerika! Bangkrut serta kiamat jugalah si kapitalis Amerika ini!

Kita yang tidak punya background ekonomi mungkin bingung. Koq bisa bangkrut?

Orang yang bisa hitung-hitungan ekonomi bisa menjelaskan begini, Kalau kita punya uang tunai $1, di tangan, maka secara ekonomi itu artinya
adalah Anda memberi hutang ke Bank Federalnya Amerika dan Bank Federalnya Amerika itu “berjanji” akan membayar hutangnya sebesar $1 itu!

Sekarang, karena kita tinggal di Indonesia yang rupiahnya sangat parah itu; maka jelas secara rasional kita berusaha terus memegang $1 di tangan itu dari pada ditukar ke rupiah. bukan begitu! Jadi, secara ekonomi itu artinya Bank Federal Amerika tidak perlu menebus hutangnya karena hutangnya yang $1 itu tidak kita minta untuk dibayar.

Artinya: Amerika itu bisa berhutang tanpa perlu bayar sama sekali — [sepanjang ekonominya memang masih kuat!] sepanjang greenback atau dollar itu masih jadi standard pengganti emas.

Dengan alasan inilah makanya Amerika itu berani main defisit gila-gilaan selama ini karena toh mereka MEMANG tidak perlu membayar defisitnya sebab orang sedunialah yang harus membayar defisitnya Amerika itu!

Supaya jelas mari kita lihat rupiah; kalau budget RI itu defisit maka negara Republik Indonesia ini harus nombok dengan cara menjual barang [eksport] atau mencari utangan [CGI]. jadi, defisitnya negara seperti Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini betul-betul adalah “defisit” yang harus dibayar; yang kalau tidak bisa bayar ya seperti yang kita alami pada tahun 1997 yang sampai sekarang juga belum pulih yaitu

KRISMON!

Tapi Amerika lain! Defisit buat Amerika berarti justru malah positif karena defisit Amerika itu cara bayarnya adalah dengan cara memotong nilai $1 yang kita pegang itu secara intristik. Berarti, kalau Amerika defisit maka yang rugi adalah kita orang non-Amerika yang pegang dollar!

Cara kerja sistem ekonomi kapitalis yang imperialistik ini berlaku sepanjang orang seperti kita dan negara Republik Indonesia itu masih “percaya” dengan dollar dan menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk dollar!

Eropa tahu persis tentang strategi makan gratis dan utang tidak perlu bayar ini. Karena itulah Eropa sekarang punya euro. Tujuannya Euro sebetulnya ya cuma satu itu: ikut menikmati utang gratisan dari orang-orang seperti kita tadi.

Dan saudara-saudara sekalian yang paling mengerikan buat amerika yang diambang kiamat itu apa? itu adalah kenyataan bahwa 80% US $ itu ada di luar negeri ya ditangan negara-negara seperti Indonesia ini, Cina, Jepang , India dan negara-negara asia lainnya .

Apa arti situasi begini bagi AMERIKA? ya seperti saya tadi bilang…,

KALAU mendadak saja semua negara penghasil minyak bilang “sekarang kita transaksi cuman pake euro”! Dan ini mungkin sekali terjadi karena semua negara perlu beli minyak! Sehingga tekanan dari negara penghasil minyak itu bakal membuat negara-negara sepetti Cina atau Jepang menjual dollarnya dan beli euro.

Semuanya HEGEMONI Amerika dalam sekejab akan berantakan dan ini artinya apa?…KIAMAT Sebab kalau ini terjadi ini artinya sama saja dengan semua negara-negara pemegang US $ itu bilang…Amerika sekarang kamu harus bayar utang! Dan tentu saja: kalau dalam sekejab Amerika pun harus membayar hutangnya dan mendongkrak Euro tadi, dalam sekejab pula ekonomi Amerika bangkrut berantakan persis seperti waktu bank dalam negeri di rush nasabahnya jaman krismon dulu. Dan lebih mengerikan lagi, ekonomi Amerika pun bisa dalam sedetik bakal inflasi ribuan persen [karena semua orang menjual dollar dan membeli euro], perusahaan Amerika menjadi tidak ada harganya [persis seperti krismon di Indonesia tahun 1998 dulu] dan ajaibnya lagi –orang Amerika pun tiba-tiba jadi persis sama dengan orang-orang miskin dari Afrika sana karena mendadak saja semua kekayaan mereka itu cuma kertas tidak ada harganya.dan lebih sial lagi…, dengan bangkrutnya dollar praktis cuma Amerika bakal bangkrut sendirian, negara-negara lain tidak ikut bangkrut karena ada Euro yang bisa menjadi penyelamatnya!

Bila anda menentang invasi AS ke iraq , dan anda belum bisa ikut terjun perang membela rakyat Iraq , atau anda belum punya cukup donasi untuk membantu rakyat iraq, cukup anda segera lepas simpanan US $ anda atau ditukar dng euro, atau anda sebarkan email ini seluas-luasnya !!

2 comments September 9, 2008

Previous Posts


Archives

Blog Stats

Meta

Visitors to this site

Blogroll

Friends